Politik Luar Negara Indonesia serta Pandemi COVID- 19

Pandemi COVID- 19 sudah menghasilkan tantangan besar untuk 212 negeri yang terkena virus tersebut. Sampai hari Senin, 20 April 2020, World Health Organization mencatat 2. 245. 872 total permasalahan terkonfirmasi serta korban wafat beberapa 152. 707. Amerika Serikat( AS) tercatat bagaikan negeri dengan jumlah permasalahan terkonfirmasi( 695. 353) serta korban wafat dunia( 32. 427), paling tinggi di dunia. Sedangkan itu, jumlah permasalahan terkonfirmasi di Indonesia sampai Senin, 20 April 2020 merupakan 6. 575 dengan korban wafat sebanyak 582( bersumber pada informasi Departemen Kesehatan).

Sepanjang ini, atensi warga terpaku pada penyebaran COVID- 19 di bermacam provinsi di Indonesia. Gimana dengan suasana masyarakat negeri Indonesia( WNI) di luar negara di tengah pandemi global COVID- 19? Gimana politik luar negara Indonesia dalam upaya memitigasi pandemi global COVID- 19? Postingan ini hendak mendeskripsikan hal- hal tersebut dengan ringkas.

Bersumber pada penjelasan Menteri Luar Negara UN ( Menlu) Retno L. P. Marsudi pada tahun 2016, jumlah WNI di luar negara yang tercatat di Departemen Luar Negara( Kemlu) merupakan sebanyak 2, 7 juta. Tetapi angka sesungguhnya diperkirakan dekat 4, 3 juta.[1] Informasi tersebut telah pasti berganti pada tahun 2020. Terlepas dari persoalan berapa jumlah tercatat serta riil dikala ini, isu yang butuh dicermati dengan saksama merupakan keadaan WNI di luar negara di tengah pandemi global COVID- 19.

Pada hari Kamis, 9 April 2020, Menlu Retno sudah melaporkan kalau fokus pemerintah saat ini merupakan membagikan proteksi untuk WNI di luar negara serta memfasilitasi kerja sama internasional.[2] Jumlah permasalahan terkonfirmasi di golongan WNI di luar negara hingga hari Senin, 20 April 2020 merupakan sebanyak 473. Permasalahan sembuh menggapai 109 serta wafat dunia 19. Grafik 1 berikut ini menampilkan pertumbuhan jumlah permasalahan terkonfirmasi, sembuh, serta wafat dunia akibat COVID- 19 di golongan WNI di luar negara, terhitung semenjak 6 Maret sampai 20 April 2020.

Korban WNI yang wafat dunia sangat banyak terjalin di Amerika Serikat, ialah 7 orang. Di urutan berikutnya merupakan Belanda dengan 3 WNI wafat dunia, serta 2 orang tiap- tiap di Inggris, Singapore, serta Malaysia( amati Grafik 2).

Sumber Kemlu mengatakan kalau dari total 473 permasalahan terkonfirmasi tersebut, sebanyak 108 permasalahan menjangkiti WNI yang tinggal di Malaysia( amati Grafik 3). Setelah itu, jumlah permasalahan paling banyak kedua merupakan WNI anak buah kapal( ABK) dengan angka 101, kemudian diiringi dengan WNI di India sebanyak 75 permasalahan, serta di Singapore sebanyak 47 permasalahan. Walaupun terekam bagaikan negeri dengan jumlah WNI tewas paling banyak akibat COVID- 19, permasalahan terkonfirmasi di Amerika Serikat terletak di urutan kelima dengan jumlah 36.

Kemlu sudah ikut serta dalam bermacam aktivitas yang berkaitan dengan evakuasi WNI serta pengiriman dorongan perlengkapan kesehatan dari negeri teman. Tidak hanya itu, Menlu Retno pula ikut serta aktif dalam forum multilateral bersama negeri lain buat menguatkan kerja sama dalam penindakan COVID- 19. Indonesia bersama Ghana, Liechtenstein, Norwegia, Singapore, serta Swiss menginisiasi resolusi menimpa solidaritas global buat menanggulangi COVID- 19 di Majelis Universal Perserikatan Bangsa- bangsa.[3] Beberapa 188 negeri turut jadi sponsor resolusi ini. Berikutnya, pemerintah Indonesia pula menjajaki pertemuan COVID- 19 International Coordination Group yang dicoba secara virtual.[4] Dalam forum yang diinisiasi Kanada ini, Menlu mengantarkan kebutuhan kemitraan serta sinergi antarnegara buat menjamin keamanan kemudian lintas manusia serta pasokan benda global.

Dalam peluang 25th Meeting of the ASEAN Coordinating Council( ACC), Menlu Indonesia mengantarkan 4 poin berarti.[5] Awal, Indonesia mendesak implementasi hasil pertemuan Menteri Kesehatan negara- negara anggota ASEAN serta ASEAN+3. Kedua, Indonesia mengajukan usul supaya konvensi“ Supply Chain and Flow of Goods during the Outbreak” dibahas dalam forum KTT ASEAN+3. Ketiga, Indonesia menekankan berartinya ASEAN buat membagikan proteksi untuk masyarakat negeri ASEAN, tercantum pekerja migran, dengan memerhatikan protokol kesehatan yang berlaku. Keempat, Indonesia menganjurkan pengumpulan ASEAN COVID- 19 Response Fund yang berasal dari ASEAN Development Fund dan ASEAN+3 Cooperation Fund buat membiayai pembelian alat- alat kedokteran serta kebutuhan yang lain.

Posisi Indonesia dalam merespon COVID- 19 setelah itu diamplifikasi oleh Presiden Joko Widodo dalam pernyataannya di KTT Spesial ASEAN.[6] Presiden memandang perlunya suatu protokol ASEAN tentang penindakan pandemi di perbatasan buat memutus rantai penyebaran COVID- 19. Berikutnya, Joko Widodo pula menggarisbawahi berartinya kerja sama buat membenarkan kelancaran kemudian lintas benda, proteksi masyarakat negeri ASEAN, serta koordinasi lebih erat dengan negara- negara mitra ASEAN. Pesan yang kurang lebih seragam dengan statment Presiden di informasikan oleh Menlu Retno dalam Pertemuan Tingkatan Menteri Alliance for Multilateralism( AoM). Pemerintah Indonesia memandang masing- masing negeri butuh menggunakan World Health Organization( World Health Organization) bagaikan wahana kerja sama yang konstruktif. Tidak hanya itu, Menlu pula menegaskan berartinya sistem multilateral bagaikan medium berarti buat menanggulangi pandemi global COVID- 19, misalnya dalam menjamin distribusi perlengkapan kesehatan dan vaksin untuk negara- negara Dunia Ketiga.[7]

Kedudukan berarti wanita dalam penindakan COVID- 19 ikut jadi atensi Indonesia, semacam nampak dari keterlibatan aktif Menlu Retno dalam Women Foreign Ministers’ Meeting 2020. Pemerintah menggarisbawahi kedudukan sentral wanita bagaikan penggerak upaya mitigasi COVID- 19 serta roda ekonomi warga sepanjang pandemi berlangsung. Retno melaporkan kalau dekat 70 persen tenaga kedokteran global merupakan wanita serta 60 persen UMKM produsen masker, pakaian pelindung diri, dll. di Indonesia digerakkan oleh kelompok wanita.[8] Oleh sebab itu, Indonesia mendesak komunitas internasional supaya terus menunjang kelompok wanita bagaikan aktor berarti penanggulangan akibat COVID- 19.

Kedudukan aktif Indonesia dalam upaya penindakan global COVID- 19 dilanjutkan dengan keikutsertaannya dalam forum International Coordination Group on COVID- 19( ICGC). Menlu menegaskan kebutuhan atas kerja sama yang erat serta konkret dari masing- masing negeri buat bersama- sama mengatasi akibat penyebaran COVID- 19 untuk warga. Indonesia melaporkan upaya kolektif

dalam pembuatan serta penyaluran vaksin wajib diiringi dengan koordinasi lebih lanjut dalam pemulihan ekonomi global pasca- pandemi.[9]

Bercermin pada pertumbuhan canggih di atas, terdapat sebagian masukan yang bisa diajukan buat menguatkan politik luar negara Indonesia serta menjamin keselamatan WNI di luar negara. Awal, pemerintah Indonesia bisa tingkatkan komunikasi serta koordinasi dengan negara- negara yang mencatat jumlah permasalahan WNI terkonfirmasi COVID- 19 besar, paling utama Malaysia, India, serta Singapore. Evakuasi pekerja migran, mahasiswa, anak buah kapal, serta wisatawan asal Indonesia dari Cina, Malaysia, dan Arab Saudi baru- baru ini pasti saja pantas diapresiasi. Langkah selanjutnya merupakan mengenali WNI di negeri lain dengan permasalahan terkonfirmasi menengah ataupun besar yang membutuhkan pertolongan serta sokongan evakuasi dengan lekas. Kemlu bisa bekerja sama dengan pihak- pihak aktor non- negara di tingkat nasional serta internasional dalam upaya tingkatkan proteksi WNI tersebut.

Kedua, inisiatif kolektif dalam kerangka bilateral ataupun multilateral pula butuh ditingkatkan secara simultan dengan implementasi konkret atas perjanjian yang sudah disepakati. Pemerintah Indonesia mesti menggunakan seluruh saluran diplomatik serta komunikasi informal dengan bermacam pemangku kepentingan di tingkatan internasional, tercantum lembaga riset serta institusi pembelajaran, dalam studi vaksin COVID- 19 serta mekanisme pendistribusiannya secara adil.***( Muhamad Haripin- Pusat Riset Politik–LIPI, Jakarta)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*